Percepatan Capaian Realisasi LTT Padi Sawah Dan Gogo Kabupaten Bolmong Tahun 2025
Lalow, 11 Desember 2025
Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sebagai wilayah potensi padi sawah terbesar di Sulawesi Utara, dengan target LTT mencapai 60.749 ha, berupaya semaksimal mungkin dapat mencapai realisasi mendekati target yang ditetapkan Kementerian Pertanian.
Target padi gogo Bolmong seluas 2.340 ha sesuai hasil CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) yang diajukan untuk mendapatkan bantuan benih padi. Pendampingan dalam bentuk pertemuan dilakukan sebagai forum pembinaan dan diskusi dalam upaya percepatan realisasi LTT, baik padi sawah, padi gogo dan jagung.
Kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong, dengan peserta sebanyak 78 orang yang terdiri dari Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kelompok Jabatan Fungsional (KJF), Koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), pengolah data, penyuluh dan staf dinas.
Acara diawali sambutan Kepala BRMP Sulawesi Utara (Sulut) yang disampaikan oleh Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Bolmong Sudarti, SP., MSi. Dimana Bolmong memiliki kontribusi yang besar terhadap pencapaian swasembada pangan dengan potensi yang ada di Propinsi Sulawesi Utara.
Realisasi LTT padi sawah per 10 Desember 2025 telah mencapai 48.566,88 (79,95%), sedangkan realisasi LT padi gogo telah mencapai 2.452 (104,79%). Realisasi padi gogo yang tinggi karena terdapat petani menanam padi gogo dengan benih swadaya.
Pencapaian realisasi padi gogo berdasarkan data CPCL, penerima benih di 6 kecamatan di Bolmong terdapat 3 kecamatan yang belum mencapai target. Untuk itu diharapkan Koordinator BPP dan penyuluh perlu mengupayakan percepatan penanamannya, baik padi sawah maupun padi gogo dengan sisa waktu Bulan Desember ini.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian (kadis) Tonny S. Toligaga, S.Pt. MP. Dalam sambutannya, Kadis menyampaikan pencapaian LTT padi sawah hingga akhir tahun 2025 dengan capaian 52.000 ha atau sebesar 85,60% bisa tercapai, meski ada alih fungsi lahan maupun alih komoditas pertanaman.
Kadis berpesan, sebagai upaya percepatan realisasi LTT padi sawah dan gogo, diperketat lagi pendataan harian jangan sampai terlewatkan. Dan para penyuluh agar meningkatkan lagi pendataannya menuju akhir tahun ini.
Koordinasi, kolaborasi lebih harmonis dengan petani, pemerintah desa sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja. Selain itu, jaga kekompakan, solidaritas sehingga suasana kerja menjadi nyaman dan kinerja meningkat.
Acara dilanjutkan penyampaian materi disertai diskusi percepatan dan evaluasi oleh Kabid TPH Yusfik E. Mokoginta, SP dan Penanggung Jawab Swasembada Pangan. Bagi 3 kecamatan meliputi Dumoga Barat, Dumoga Timur dan Bolaang yang belum tercapai realisasi penanaman padi gogo, agar segera merealisasikan dan melaporkannya.
Demikian juga dengan LTT padi sawah untuk 15 kecamatan di Bolmong agar dilakukan percepatan tanam. Beberapa usulan dalam diskusi antara lain terkait pertemuan terjadwal sebagai wadah diskusi penyelesaian permasalahan di lapangan.
Selain itu, dilaksanakan demplot di BPP untuk meningkatkan kapasitas para penyuluh di lapangan dan kegiatan-kegiatan ke depan tetap melibatkan penyuluh sebagai ujung tombak penyuluhan di wilayah kerjanya.
Sebagai petunjuk di lapangan bagi para penyuluh, pada kesempatan ini BRMP Sulawesi Utara menyerahkan buku saku tentang Petunjuk Teknis Budidaya Padi Sawah, Petunjuk Teknis Budidaya Padi Gogo di Lahan Kering dan Budidaya Jagung Terstandar.
Penerima buku saku tersebut adalah Kepala Dinas Pertanian, Kabid TPH, Kabid Penyuluhan dan 15 Koordinator BPP masing-masing judul 1 eksemplar. Harapan BRMP Sulut, dengan tersedianya buku petunjuk yang diserahkan dapat bermanfaat dan meningkatkan kapasitas para penyuluh di lapangan.